Selasa, 20 Mei 2008

KEMOTERAPI

Pendahuluan
- Mula-mula digunakan istilah kemoterapi tahun 1900 oleh Paul Erlich
- Kemoterapi : Zat- zat yang dapat menghentikan pertumbuhan dari sel kanker.
- Kemoterapi: umumnya bersifat paliatif; yaitu meringankan gejala tanpa mempengaruhi secara
pasti jalannya penyakit selanjutnya (dapat memperpanjang waktu hidup)
- Kemoterapi bersifat kuratif : jika terapi dimulai sedini mungkin yaitu pada kanker darah,
kanker testis.
-Kemoterapi - kurang efektif: pada tumor yang tumbuhnya perlahan dengan sedikit sel yang
sedang membelah. Msalnya : kanker paru-paru, usus besar, kanker hati, rahim
- Kemoterapi tidak efektif: terhadap kanker ginjal dan kanker leher rahim.

Pembagian respon tumor terhadap kemoterapi: (cancer terapi)
A. Sembuh dengan Kemoterapi:
ALL, AML, Ewing Sarkoma, Gestyasional trofoblastik Ca, Hodkins disease, Ca
Testis, Wilm’s Tumor, LNH, Rhabdomyosarkoma.
B. Kemoterapi mempunyai aktivitas yang bermakna:
Ca anus, Ca bladder, Ca mammae, CLL, CML, Ca endometrium, Ca kepala dan
leher, Kanker paru sel kecil, Multiple Myeloma, Limfoma folikuler, Ca ovarium,
Hairy cell leukemia.
C. Kemoterapi mempunya aktivitas minor:
Tumor otak, Ca cervix, Ca kolorectal, Ca Prostat, Hepatoseluler karsinoma,
tumor paru non small sell, melanoma, sarkoma kaposi, Ca pankereas, Ca
gaster, Ca sell ginjal, sarkoma jaringan lunak.
D. Kemoterapi Ajuvan Efektif:
Ca mammae ( KGB aksila (+), Ca colorectal (Dukes B2 atau C) sarkoma
osteogenik, Ca ovarium (stadium III), Ca testis.

Kemoterapi Kombinasi:
Terbukti manfaat penggunaan beberapa obat kemoterapi secara bersamaan dibanding pemberian obat kemoterapi tunggal hampir pada semua kanker.
1. Diberikan obat kemoterapi yang jelas terapinya secara tunggal cukup tinggi
2. Toksisitasnya tidak tumpang tindih sehingga lebih berat terhadap satu organ.
3. Bisa diberikan secara bersamaan sehingga intensitas obat bertambah kuat, tetapi efek
samping tidak bertambah.
4. Diberikan secara dose intensity.

Dose intensity adalah :
- Tepat dosis ( sesuai luas permukaan tubuh), tepat jadwal.
- Jarak waktu antara 2 siklus harus cukup pendek sehingga hanya memberiwaktu
kesempatan pulih sel-sel normal

Kemoterapi sebagai pengobatan kanker:
1. Pengobatan induksi:
-Untuk tumor-tumor non solid atau kasus lanjut karena tidak ada pilihan cara
pengobatan lainnya.
- disebut juga pengobatan penyelamatan (salvage)
2. Kemoterapi Ajuvant:
Pengobatan tumor primer dikontrol dengan cara lain ( bedah/ Radiasi)
Diyakini masih adanya sisa sel-sel tumor yang sukar dideteksi sehingga perlu tambahan kemoterapi.
3. Kemoterapi Primer:
Kemoterapi sebagai pengobatan pertama sebelum pengobatan lain ( bedah/ radiasi)
4. Kemoterapi Neo-adjuvant:
Setelah pengobatan bedah/ radiasi ditambahkan kemoterapi atau dilanjutkan kkembali kemoterapi.

Efek samping kemoterapi:
1. Efek samping cepat atau akut ( immediate):
terjadi dalam beberapa detik sampai 30 menit (syok anafilaktik, aritmoia cordis, nyeri daerah suntikan).
2. Efek samping segera (early)
terjadi dalam 30 menit sampai 72 jam ( mual,muntah, demam, reaksi hipersensitifitas, flu-like syndrome, sistitis).
3. Efek samping agak lambat (intermediate)
-terjadi dalam 72 jam- beberapa hari, misal: depresi sum-sum tulang ( Anemia, Leukopenia, trombositopenia): terjadi sesudah 1-3 minggu ( obat mielosupresi pada umumnya) atau 4-6 minggu ( gol nitrosurea)
- stomatitis, diare, alopesia, neuropati perifer, ileus paralitik, toksisitas pada ginjal, penekanan sistim kekebalan tubuh.
4. Efek samping lambat (late)
terjadi pada beberapa bulan, misalnya :
- hiperpigmentasi kulit
Kerusakan pada organ vital
jantung : dexorubisin
Paru : bleomisin-busulfan
Hati : Metotrexat.
- Efek pada sistim reproduksi ( Amenore, spermatogenesis menurun)
- Perubahan sistim endokrin (feminisasi, virilisasi)
- Efek Karsinogenik (kanker sekunder)

Pengelolaan simtomatik post kemoterapi:
Nausea dan vomitus
- golongan fenotiazin= lini pertama
- Domperidon ><> 20000/mm
e. Infeksi
f. Oleh karena defisiensi imunologi yang berhubungan dengan keganasan.
Efek kemotherapi
Perlu dilakukan kultur darah, urin, sputum swab faring.

Pemberian Kemoterapi
Dapat dengan suntikan (iv,IM, atau subkutan) dapat dengan cara khusus, yaitu:
1. suntikan intrathecal lewat pungsi lumbal
2. suntikan intrapleura untuk melekatkan pleura viceralis dan pleura parietalis
3. suntikan intra arteri seperti intra arteri hepatis
4. suntikan intra peritoneal seperti peritoneal dialisis untuk pengobatan cairan asites yang
maligna
5. kemoterapi sebagai radiosensitizer è kemoterapi disuntik segera sebelum atau tepat
bersamaan waktu penyinaran.
- Peroral contohnya Altretamine, ATRA, Busulfan, 6-Thioguanin, treosulfan, calsiumfolinate,
capecitabine, trofosfamid, chlorambucil, siklofosfamide/iv, dll.Procarbazin, mercaptopurine,
MTx/ iv,im,ith
- Intra thecal: Cytarabine/iv,im, sc;mtx.
- Intra pleura: Bleomicin.
- Intraarteri: Bleomicin, cisplatin, dactinomycin, dexorubicin, 5fu, etoposide, melphalan,
mitomysin, nimustine, dll
- Intraperitoneal : carboplatin, cisplatin, 5 fu (u/acites), mitotraxone.
- Intra hepatika : mitoxantone

Kontra Indikasi Kemoterapi
A. Kontra indkasi absolut:
- pada stadium terminal
- Kehamilan trimester pertama
- Kondisi septikemia dan koma.
B. Kontra indikasi relatif :
- Bayi <>8g/dl, leukosit > 3000/mm3

Pedoman penyesuaian dosis obat sitostatika:
jml leukosit jml plateled dosis
>4000 >10000000 100%
3500-4000 > 75000-100000 75%
3000-3500 50.000-75.000 50%
<3000 <50.000 0%

2. BMP : Pada kasus dengan kelainan darah perifer è untuk penetapan diagnosa dan stadium.

3. Fungsi liver, Ureum, kreatinin, kreatin klears asam urat, LDH

D. Pemeriksaan radiologis:
-Foto Thoraks
-Bone survei ( mis: pada mieloma atau kanker payudara)
-Bone scan
-CT Scan, Limfangiografi,MRI.

1 komentar:

Wilandita Rumaidha mengatakan...

The first time I visited your website, I found the happiness which is certainly very super.
Tipe Kanker Hati Primer